Nursing Master’s Degree Program

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Written on 6 November 2017 , by admin s2 keperawatan , in category News

Masalah kesehatan jiwa merupakan hal serius yang harus menjadi fokus penanganan pemerintah selain masalah kesehatan fisik. Menurut WHO pada tahun 2020 mendatang, diprediksi depresi akan menjadi penyakit urutan kedua dalam menimbulkan beban kesehatan pemerintah yang tentunya akan sangat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Sebagai tenaga kesehatan dengan jumlah terbesar, Perawat seyogiana mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan, serta mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama terkait masalah kesehatan jiwa. Dengan adanya UU 38 th 2014 tentang Keperawatan dan jenjang pendidikan tinggi keperawatan semakin besar, menjadi peluang dan tantangan tersendiri bagi profesi perawat.

foto 3

Prof. Budi Anna Keliat Memberikan Kuliah di Depan Mahasiswa Keperawatan FKUB

Tahun ini, peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh tiap 10 Oktober mengambil tema yang berfokus pada ruang kerja, yaitu Kesehatan Jiwa ditempat Kerja (Mental Health in the Workplace). Tujuan dari tema tersebut adalah untuk mendukung kesehatan jiwa ditempat kerja sehingga memudahkan bagi pekerja yang memiliki masalah kesehatan jiwa mencari pertolongan serta untuk membangun lingkungan kerja yang baik dan semakin produktif. Sebagai upaya nyata mendukung hal tersebut, Program Studi Magister Keperawatan Peminatan Keperawatan Jiwa FKUB mengadakan Kuliah Pakar oleh Guru Besar Keperawatan Jiwa secara langsung dengan mengangkat topik Nursing Care of Acute and Chronic Occupational Stress”. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa keperawatan (baik S1 ataupun S2) dalam mengembangkan penatalaksanaan keperawatan jiwa akut dan kronis berkaitan dengan stress kerja.

foto 2

Prof. Budi Anna Keliat bersama Mahasiswa Magister Keperawatan FKUB

Bertempat di R. Kuliah Gedung Faal FKUB, pada Jumat (27/10/17), kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa baik S1 maupun S2 Keperawatan, dan dihadiri pula oleh KPS S1 Keperawatan dan Koordinator Akademik PS Magister Keperawatan. Berlangsung sekitar tiga jam dengan peserta yang sangat antusias, Prof. Budi Anna Keliat sangat menekankan bagaimana seharusnya peran perawat dalam penanganan kesehatan jiwa khususnya di tempat kerja. “Masalah kesehatan jiwa itu bertahap, dari adanya stressor sampai terjadinya psikosis. Kebanyakan perawat hanya fokus pada pasien dengan gangguan. Padahal, prevalensi terbesar adalah orang dengan resiko terjadinya gangguan, dan Perawat harus mampu berperan disini”, jelas Prof. Budi.

Menurut Guru besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia ini, Perawat sebenarnya mempunyai andil besar terhadap permasalahan kesehatan jiwa. Bagaimana Penangan pasien tidak hanya pada orang dengan gangguan jiwa, namun pada pasien sehat dan pasien resiko. “Yang gangguan bisa tetap produktif dan sembuh, yang resiko tidak menjadi gangguan, yang sehat tetap sehat” imbuh perempuan yang mendapat Penghargaan dari Swiss Foundation for World Health in collaboration with the World Health Organization ini. Acara ini ditutup dengan aplikasi secara langsung Manajemen Stress oleh Prof. Budi dilanjutkan sesi tanya jawab dan foto bersama. Semoga mahasiswa keperawatan nanti mampu mengaplikasikan ilmunya ke masyarakat dan menjadi problem solver masalah kesehatan jiwa yang ada. SALAM SEHAT JIWA (Akhiyan/Staff Keperawatan)

foto 5

Prof. Budi, KPS S1 Keperawatan, Koordinator Akademik PSMK bersama Mahasiswa